Sunday, February 28, 2010

QR-Code di Kartu Anggota Koperasi


Melakukan transaksi dengan memasukkan nomor anggota secara manual agak merepotkan. Solusinya adalah mencontoh mekanisme kartu debit saat ini, yaitu menggesek kartu lalu memasukkan nomor PIN atau memberi tanda tangan (selayaknya kartu kredit).

Bagaimana menerapkan teknologi seperti ini di koperasi kredit yang kecil, dengan biaya seminimal mungkin?

Beberapa alternatif yang saya kaji:
  • Barcode
  • Smart card
  • Magnetic card
  • RFID
  • Fingerprint (sidik jari)
  • QR Code
Yang terakhir ini paling menarik bagi saya.

QR Code memiliki beberapa kelebihan:
  • Tidak perlu hardware khusus untuk membaca QR Code.
    Bahkan kamera VGA dari ponsel entry-level pun sudah cukup!
    (tentu saja ini tergantung lighting dan juga tingkat kompleksitas data)
    Kelebihan ini hanya dimiliki QR Code.
    Barcode, smart card, magnetic card, RFID semuanya perlu hardware khusus.
    Barcode secara teori tidak perlu hardware khusus tapi dalam prakteknya butuh barcode reader.
  • Software untuk pengolahan QR Code tersedia secara open source.
    Antara lain: QR Code @ Sourceforge dan ZXing
    Bahkan di ponsel berbasis Android akan dibundle dengan OS Android.
  • Untuk membuat QR Code cuma butuh printer dan kertas.
    Software untuk membuatnya pun tersedia secara open source bahkan ada yang web-based misalnya QR Code Generator.
    Cuma satu teknologi lain yang bisa seperti ini yaitu barcode.
  • Data yang tersimpan cukup fleksibel.
    QR Code mempunyai semua kelebihan barcode plus satu lagi yaitu datanya fleksibel.
    QR Code bisa berisi URL atau data apapun yang ingin dimasukkan.
    Tentu saja, QR Code tetap kalah dalam urusan data kalau dibandingkan Smartcard maupun RFID.
    Tapi secara umum, QR Code pas untuk kebutuhan ini.
Penggunaan QR Code untuk Kegiatan Operasional Koperasi & Anggota

Setiap anggota koperasi akan diberi kartu anggota yang menampilkan QR Code.

Selain nomor anggota, QR Code ini juga bisa diisi dengan nama anggota, alamat email, no. HP, dll. sehingga mempermudah pengolahannya tanpa harus punya akses ke server pusat (misalnya server koperasi) untuk mendapatkan data-data tersebut.

Use case QR code tersebut antara lain:
  • Saat melakukan transaksi di teller koperasi, anggota cukup memberikan kartu anggotanya.
    Komputer koperasi dapat membacanya melalui webcam, atau ponsel berkamera yang terhubung via USB/Bluetooth.
    Data tersebut akan masuk ke software ERP sehingga meminimalkan kesalahan input, dan juga lebih cepat.
  • Bila teller menggunakan software berbasis ponsel, software yang terinstall di ponsel dapat membaca QR Code melalui kamera ponsel dan menginputkannya.
    Di sini sepertinya tidak mungkin menggunakan QR Code untuk mobile web maupun Opera Mini.
    Jadi harus menggunakan aplikasi mobile native misalnya J2ME.
    Aplikasi ini bisa mengolah data anggota tersebut ke server pusat menggunakan (1) mobile Internet maupun (2) SMS.
    Bisa juga diolah secara lokal apabila aplikasi J2ME tersebut mempunyai data store independen.
  • Micro remittance mandiri via QR Code.
    Untuk melakukan transaksi jarak jauh, daripada susah-susah mengetik nomor anggota, cukup jepret kamera dan menggunakan aplikasi untuk melakukan transaksi secara mandiri.
    Koperasi dapat mengeluarkan buletin secara berkala yang menampilkan QR Code semua anggotanya. Ruang lingkupnya tentu dibatasi agar tidak terlalu banyak yang muncul.
  • Transaksi retail secara mandiri -- pembeli yang memiliki QR Code.
    Saat berbelanja di toko, anggota dapat memberikan kartu anggota ke toko untuk melakukan transaksi, sama seperti kita memberikan kartu debit atau Flazz ke kasir. Toko menjepretnya menggunakan aplikasi POS mobile, lalu memberikan HP-nya ke pembeli untuk memasukkan nomor PIN, lalu terjadilah transaksi.
  • Transaksi retail secara mandiri -- penjual yang memiliki QR Code.
    Bisa juga pembeli yang langsung melakukan transfer. Caranya pembeli menggunakan ponsel dia sendiri, menjepret QR Code penjual, lalu memasukkan nominal dan melakukan transfer. Pembeli dapat menunjukkan bukti transfer kepada penjual.
  • Mobile shopping dengan katalog/brosur.
    Koperasi atau penjual dapat membagikan katalog/brosur produk. Bisa juga ditampilkan di poster, mading.
    Tiap produk memiliki QR Code, yang berisi informasi elektronik yang ngelink ke sistem koperasi.
    Konsumen yang tertarik bisa menggunakan aplikasi J2ME di ponselnya untuk menjepret QR Code tersebut, lalu melakukan pemesanan & sekaligus pembayaran. Saat terjadi pembayaran maka supplier/penjual akan dinotifikasi via SMS.
    (Implementasinya tidak perlu dengan software ERP atau e-commerce, tapi bisa langsung menggunakan Cyclos banking sehingga lebih sederhana.)
Bagaimana kira-kira menurut Anda?